V I S I
” Sangkan Paraning Dumadi”
Budaya spiritual yang di yakini Warga Kawruh Jowo Lugu di dalamnya terkandung ajaran-ajaran yang sangat mendasar dan bernilai luhur yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, seperti budi pekerti luhur dan tata krama luhur yang mengatur keharmonisan hubungan antara manusia dan manusia; antara manusia dan alam sekitarnya; antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap pribadi atau keluarga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
“Manunggaling Kawula Gusti”
Mencapai ketenteraman hidup manusia, di dalam Ajaran Kawruh Jowo Lugu diajarkan untuk bersikap sabar penuh cinta kasih, narima, iklas, jujur, prasaja, andhap asor, tepa salira dan adil, arif bijaksana serta dapat mengontrol hawa nafsu serta melepas pamrihnya yang buruk. Yang kesemuanya itu harus digali, ditelusuri, dipelajari, dihayati dan diamalkan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya serta keseimbangan hidup baik ketergantungan dan keseimbangan antara manusia dengan masyarakat dan alamnya maupun manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
“Cakra Manggilingan”
Pada hakehatnya manusia mampu menyelaraskan dan menyamakan antara batin, pikiran, ucapan dan perbuatannya, maka tidak ada lagi tuntunan lain kecuali tuntunan Sang Pencipta lewat batin/nuraninya, manusia akan menjadi manusia menurut kodrat Illahi. Sukma merupakan percikan Illahi, sebagai utusan Sang Pencipta.
“Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe”
Nilai kearifan lokal (local wisdom) ini selaras dengan pesan universal yaitu giat dalam berkarya tanpa pamrih.
“Bhinneka Tunggal Ika”
Sebagai semboyan yang berarti,”berbeda-beda, tetapi tetap satu” sebagai perekat dari keberagaman. Semboyan ini lahir sebagai refleksi atas realitas kemajemukan umat, sekaligus sebagai jawaban agar kemajemukan itu tidak memicu disintegrasi, tapi justru untuk memayungi dan menjadi tiang-tiang penyangga bagi hadirnya sebuah bangsa yang kukuh, dalam suatu ikatan yang berorientasi ke masa depan.
M I S I
“Memayu Hayuning Bawana”
Di dalam Penghayatan dan berperilaku hidup ini hendaknya Warga Kawruh Jowo Lugu menyadari bahwa Proses Kearifan yang lebih mendalam untuk memperindah kehidupan di bumi dan menggali, meneliti, mempelajari, menumbuh-kembangkan serta mengamalkan Ajaran Budi Pekerti Luhur sebagai Kearifan Budaya spiritual yang diyakini mempunyai kekuatan dalam menghadapi gelombang dan paham materialisme, kapitalisme, anarkisme, radikalisme, dan ekses demokrasi yang dimaknakan sebagai “bebas berbuat apa saja”. Karena di dalam budaya spiritual terkandung ajaran-ajaran yang sangat mendasar dan bernilai luhur yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, seperti budi pekerti luhur dan tata krama luhur yang mengatur keharmonisan hubungan antara manusia dan manusia; antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa; Ajaran agar manusia selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa; ajaran untuk saling mengasihi; ajaran untuk berbakti, takut dan hormat kepada orang tua; ajaran untuk tunduk pada hukum dan peraturan-peraturan yang dibuat negara. Sekaligus merupakan tolok ukur yang dapat memadukan nilai-nilai tradisional dengan nilai-nilai modern yang positif, sehingga mendukung proses terwujudnya kualitas manusia dan masyarakat yang maju dalam suasana tentram dan sejahtera lahir batin, dalam tata hidup dan kehidupan masyarakat bangsa dan negara yang berkesinambungan dan selaras dalam hubungan dengan sesama manusia, manusia dengan masyarakat, manusia dengan alam sekitarnya, dan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang kesemuanya itu untuk Memayu Hayuning Bawana.
PROGRAM KERJA KEGIATAN
PAGUYUBAN KAWRUH JOWO LUGU
TAHUN 2010-2014
INTERN :
I. Sarasehan rutin yang dihadiri oleh warga Jowo Lugu pada hari dan pasaran, yang sekaligus dipergunakan sebagai sarana pembinaan bagi warga :
- Hari Kamis Kliwon malem Jumat Legi, di semua tingkatan Paguyuban diadakan sarasehan anggota Paguyuban.
- Tanggal 07 Februari, diperingati sebagai hari Ulang Tahun / berdirinya Paguyuban Kawruh Jowo Lugu.
- Hari Sabtu Wage malem Minggu Kliwon setiap bulan Rejeb, diperingati sebagai Wafatnya Pinisepuh Agung Kayun Karsodihardjo di Padepokan Jowo Lugu. Sarasehan tersebut sekaligus sebagai sarana pembinaan agar warga Masyarakat Jawa Lugu menyadari perlunya :
- Keseimbangan atas hak dan kewajiban sebagai Warga Masyarakat Jowo Lugu.
- Meningkatkan hubungan kekadhangan/persaudaraan di antara anggota Paguyuban.
- Menjadi warga negara yang baik didalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila, sadar dan patuh hukum didalam kebhinekaan Tunggal Ika demi Memayu Hayuning Bawana.
II. Rapat Pengurus pada setiap jenjang kepengurusan (Pengurus Pusat, Pengurus Provinsi, Pengurus Kota/Kabupaten dan Kecamatan).
- Rapat rutin 1 kali dalam 1 minggu (Pusat).
- Sarasehan Wilayah/Daerah 1 kali dalam 1 tahun.
- Sarasehan Agung 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun
EKSTERN :
1. Mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka sosialisasi atas keberadaan Penghayat Kepercayaan di Indonesia. Kegiatan kegiatan tersebut antara lain :
- Sarasehan setiap bulan di Pesareyan Eyang Yudakardono, Jl. Cempaka Surabaya.
- Sosialisasi tentang Nilai-nilai luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Wilayah-wilayah dan daerah-daerah.
- Sosialisasi tentang UU Adminduk dan Tata Cara Perkawinan penghayat kepercayaan di Wilayah-wilayah dan daerah-daerah.
- Turut mendukung secara aktif rencana sosialisasi di media elektronik/televisi.
2. Berperan aktif di Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK) pada setiap jenjang kepengurusan (DPP HPK, DPD HPK), dalam rangka :
- Membangun kerjasama antar organisasi Himpunan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terjalin silaturahmi yang baik sehingga dapat meningkatkan eksistensi keberadaannya di lingkungan masyarakat dan pemerintah.
- Untuk memfasilitasi aspirasi para penghayat kepercayaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa ke pemerintahan dalam memperjuangkan hak-hak sipilnya sebagai warga negara agar tidak terjadi diskriminasi.
- Turut berpartisipasi dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama di bidang mental spiritual dan budi pekerti luhur.
3. Menjalin silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli akan kebebasan beragama dan berkepercayaan.
PELAKSANAAN PAHARGYAN SURA TH. 2013
- Pahargyan Sura dilaksanakan pada tanggal, 4 malem 5 Sura 1946 Jawa bertepatan dengan tanggal, 19 Nopember malem 20 Nopember 2012 di laksanakan di masing-masing Pinisepuh Pambuka secara serentak.
- Pahargyan Sura Agung dilaksanakan pada tanggal 29 Sura 1946 Jawa bertepatan pada tanggal, 2 Desember malem 3 Desember 2013 yang kita kenal SURA AGUNG PUNCAK SANGALIKUR GELAR RUWAT BUMI NUSWANTARA dilaksanakan di Padepokan Kawruh Jowo Lugu, Jl. Ajar Mangir No 1 Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Yang dihadiri oleh seluruh warga Masyarakat Jowo Lugu dan dihadiri oleh masyarakat umum serta dihadiri oleh pejabat pemerintah.
Jadwal Saresehan
Kalender Kamis Kliwon malam Jumat Legi tahun 2013
12 Januari |
16 Pebruari |
22 Maret |
26 April |
31 Mei |
05 Juli |
09 Agustus |
13 September |
18 Oktober |
22 Nopember |
2 Desember 2013 |
- |
Pelaksanaan Sarasehan Agung Pusat 10 Juni 2014 |
Ditetapkan di : Sumberpucung – kabupaten Malang.
Pada tanggal : 25 Juni 2010
DEWAN PENGURUS PUSAT
Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa
PAGUYUBAN KAWRUH JOWO LUGU
MASA BHAKTI 2010 – 2014
|