Paguyuban Kawruh Jowo Lugu
Donasi dapat disalurkan melalui Bank Jatim Cabang Kepanjen a/n Paguyuban Kawruh Jowo Lugu No.rek 0603214463
Struktur Organisasi Paguyuban Kawruh Jowo Lugu

 

V I S I
Sangkan Paraning Dumadi”
Budaya spiritual yang di yakini Warga Kawruh Jowo Lugu di dalamnya terkandung ajaran-ajaran yang sangat mendasar dan bernilai luhur yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, seperti budi pekerti luhur dan tata krama luhur yang mengatur keharmonisan hubungan antara manusia dan manusia; antara manusia dan alam sekitarnya; antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap pribadi atau keluarga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.

“Manunggaling Kawula Gusti”
Mencapai ketenteraman hidup manusia, di dalam Ajaran Kawruh Jowo Lugu diajarkan untuk bersikap sabar penuh cinta kasih, narima, iklas, jujur, prasaja, andhap asor, tepa salira dan adil, arif bijaksana serta dapat mengontrol hawa nafsu serta melepas pamrihnya yang buruk. Yang kesemuanya itu harus digali, ditelusuri, dipelajari, dihayati dan diamalkan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya serta keseimbangan hidup baik ketergantungan dan keseimbangan  antara manusia dengan masyarakat dan alamnya maupun manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

“Cakra Manggilingan”
Pada hakehatnya manusia  mampu menyelaraskan dan menyamakan antara batin, pikiran, ucapan dan perbuatannya, maka tidak ada lagi tuntunan lain kecuali tuntunan Sang Pencipta lewat batin/nuraninya, manusia akan menjadi manusia menurut kodrat Illahi. Sukma merupakan percikan Illahi, sebagai utusan Sang Pencipta.

“Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe”
Nilai kearifan lokal (local wisdom) ini selaras dengan pesan universal yaitu giat dalam berkarya tanpa pamrih.

“Bhinneka Tunggal Ika”
Sebagai semboyan yang berarti,”berbeda-beda, tetapi tetap satu” sebagai perekat dari keberagaman. Semboyan ini lahir sebagai refleksi atas realitas kemajemukan umat, sekaligus sebagai jawaban agar kemajemukan itu tidak memicu disintegrasi, tapi justru untuk memayungi dan menjadi tiang-tiang penyangga bagi hadirnya sebuah bangsa yang kukuh, dalam suatu ikatan yang berorientasi ke masa depan.

 

M I S I

“Memayu Hayuning Bawana”
Di dalam Penghayatan dan berperilaku hidup ini hendaknya Warga Kawruh Jowo Lugu menyadari bahwa Proses Kearifan yang lebih mendalam untuk memperindah kehidupan  di bumi dan menggali, meneliti, mempelajari, menumbuh-kembangkan serta mengamalkan Ajaran Budi Pekerti Luhur sebagai Kearifan Budaya spiritual yang diyakini mempunyai kekuatan dalam menghadapi gelombang dan paham materialisme, kapitalisme, anarkisme, radikalisme, dan ekses demokrasi yang dimaknakan sebagai “bebas berbuat apa saja”. Karena di dalam budaya spiritual terkandung ajaran-ajaran yang sangat mendasar dan bernilai luhur yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, seperti budi pekerti luhur dan tata krama luhur yang mengatur keharmonisan hubungan antara manusia dan manusia; antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa; Ajaran agar manusia selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa; ajaran untuk saling mengasihi; ajaran untuk berbakti, takut dan hormat kepada orang tua; ajaran untuk tunduk pada hukum dan peraturan-peraturan yang dibuat negara. Sekaligus merupakan tolok ukur yang dapat memadukan nilai-nilai tradisional dengan nilai-nilai modern yang positif, sehingga mendukung proses terwujudnya kualitas manusia dan masyarakat yang maju dalam suasana tentram dan sejahtera lahir batin, dalam tata hidup dan kehidupan masyarakat bangsa dan negara yang berkesinambungan dan selaras dalam hubungan dengan sesama manusia, manusia dengan masyarakat, manusia dengan alam sekitarnya, dan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang kesemuanya itu untuk Memayu Hayuning Bawana.

 

PAGUYUBAN KAWRUH JOWO LUGU

PROGRAM KERJA KEGIATAN PERIODE 2025–2030

Program Kegiatan Intern

1. Sarasehan Rutin & Pembinaan Warga

Dilaksanakan pada hari dan pasaran khusus sebagai sarana pembinaan warga Jowo Lugu:

  • Kamis Kliwon malam Jumat Legi: Sarasehan anggota diadakan di semua tingkatan Paguyuban.
  • 07 Februari: Peringatan Hari Ulang Tahun / Berdirinya Paguyuban Kawruh Jowo Lugu.
  • Sabtu Wage malam Minggu Kliwon (Bulan Rejeb): Peringatan Wafatnya Pinisepuh Agung Kayun Karsodihardjo di Padepokan Jowo Lugu.

Tujuan Pembinaan Warga:

  • Menyadari keseimbangan atas hak dan kewajiban sebagai Warga Masyarakat Jowo Lugu.
  • Meningkatkan hubungan kekadhangan/persaudaraan di antara anggota Paguyuban.
  • Menjadi warga negara yang baik didalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila, sadar dan patuh hukum didalam Kebhinekaan Tunggal Ika demi Memayu Hayuning Bawana.

2. Rapat Pengurus Legitimasi

Berlaku untuk setiap jenjang kepengurusan (Pengurus Pusat, Pengurus Provinsi, Pengurus Kota/Kabupaten, dan Kecamatan):

  • Rapat Rutin Pusat: 1 kali dalam 1 minggu.
  • Sarasehan Wilayah/Daerah: 1 kali dalam 1 tahun.
  • Sarasehan Agung: 1 kali dalam 5 (lima) tahun.

Program Kegiatan Ekstern

1. Dukungan Kegiatan Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME

  • Sarasehan setiap 3 bulan di kediaman pinisepuh yang disepakati.
  • Sosialisasi Nilai-nilai Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di wilayah dan daerah.
  • Sosialisasi UU Adminduk, Putusan MK No. 14 Tahun 2017, Tata Cara Pangruti Layon, dan Perkawinan Penghayat Kepercayaan.
  • Mendukung aktif sosialisasi di Media Sosial, Media Massa, dll.

2. Peran Aktif di HPK (Himpunan Penghayat Kepercayaan)

  • Membangun kerja sama antar organisasi penghayat agar terjalin hubungan yang harmonis.
  • Memfasilitasi aspirasi penghayat ke pemerintah dalam memperjuangkan hak sipil.
  • Berpartisipasi aktif dalam pembangunan NKRI, khususnya di bidang mental spiritual dan budi pekerti luhur.

3. Hubungan Kemasyarakatan

Menjalin silaturahmi secara berkelanjutan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan LSM yang peduli terhadap kebebasan beragama dan berkepercayaan.

Pelaksanaan Pahargyan Sura (2025–2030)

Pahargyan Sura Rutin: Dilaksanakan pada tanggal 4 malam 5 Sura Tahun Jawa 1960 secara serentak di masing-masing Pinisepuh Pambuka sesuai ketentuan, tradisi, dan kebiasaan wilayah masing-masing.

Pelaksanaan Pahargyan Sura Agung

(Puncak Sangalikur Gelar Ruwat Bumi Nuswantara)

No Tahun Jawa Tanggal Jawa Tanggal Masehi Waktu Tempat
1 1960 29 Sura 1960 15 Juli 2026 (malam 16 Juli 2026) 19.30 WIB Sumberpucung, Malang
2 1961 29 Sura 1961 03 Juli 2027 (malam 04 Juli 2027) 19.30 WIB Sumberpucung, Malang
3 1962 29 Sura 1962 22 Juni 2028 (malam 23 Juni 2028) 19.30 WIB Sumberpucung, Malang
4 1963 29 Sura 1963 11 Juni 2029 (malam 12 Juni 2029) 19.30 WIB Sumberpucung, Malang
5 1964 29 Sura 1964 31 Mei 2030 (malam 01 Juni 2030) 19.30 WIB Sumberpucung, Malang

Redaksi Resmi:

PAHARGYAN SURA AGUNG (PUNCAK SANGALIKUR GELAR RUWAT BUMI NUSWANTARA) dilaksanakan setiap tanggal 29 Sura pada pukul 19.30 WIB bertempat di Padepokan Kawruh Jowo Lugu, Jl. Ajar Mangir No. 01, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang dihadiri oleh warga Paguyuban Kawruh Jowo Lugu, masyarakat umum, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Catatan: Sebelum ditetapkan dalam dokumen resmi organisasi, tanggal-tanggal di atas sebaiknya diverifikasi kembali menggunakan kalender Jawa yang menjadi pedoman resmi Paguyuban Kawruh Jowo Lugu agar tidak terjadi perbedaan penanggalan menjelang pelaksanaan.

© 2025–2030 Paguyuban Kawruh Jowo Lugu. Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.


Beranda | Sejarah | Ajaran | Kepengurusan | Donasi | Pendaftaran |FAQ